Perbedaan Ekonomi Islam dan Konvensional: Prinsip dan Implementasi

Lombok, 27 Maret 2025 – Dalam dunia ekonomi modern, terdapat dua sistem yang sering dibandingkan, yaitu ekonomi Islam dan ekonomi konvensional. Keduanya memiliki perbedaan mendasar, baik dari segi prinsip, tujuan, hingga praktik dalam kehidupan sehari-hari.


Ekonomi Islam berlandaskan pada ajaran Al-Qur'an dan Hadis, yang mengutamakan keadilan sosial serta kesejahteraan umat. Berbeda dengan ekonomi konvensional yang berorientasi pada keuntungan semata, ekonomi Islam menolak praktik riba (bunga) dalam sistem keuangan. Sebagai gantinya, sistem ini menerapkan akad berbasis syariah seperti mudharabah (bagi hasil) dan musyarakah (kerja sama).

Selain itu, ekonomi Islam juga menekankan pentingnya distribusi kekayaan yang adil melalui instrumen seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Berbeda dengan ekonomi konvensional yang cenderung memberikan kebebasan penuh kepada individu dan pasar dalam menentukan kepemilikan serta distribusi kekayaan.

Dalam sektor investasi, ekonomi Islam melarang keterlibatan dalam bisnis yang bertentangan dengan syariah, seperti perjudian dan industri alkohol. Sementara itu, ekonomi konvensional lebih bebas dalam menyalurkan dana investasi tanpa batasan moral dan etika berbasis agama.

Baca Juga: Kuliah Online, Mahasiswa Mendapat Kuota Internet 30 GB per Bulan

Menurut Dr. Ahmad Fauzi, pakar ekonomi Islam dari Universitas Indonesia, “Ekonomi Islam menawarkan solusi berkelanjutan dengan sistem keuangan yang lebih adil dan inklusif. Dengan menerapkan prinsip bagi hasil dan larangan riba, ekonomi Islam dapat menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih baik dalam jangka panjang.”

Sementara itu, ekonom senior dari Institut Ekonomi Nasional, Dr. Budi Santoso, menambahkan bahwa “Meskipun ekonomi konvensional lebih fleksibel dalam mekanisme pasar, sistem ini sering kali menyebabkan kesenjangan ekonomi yang besar. Oleh karena itu, pendekatan ekonomi Islam dapat menjadi alternatif yang lebih seimbang.”

Baca Juga: Urusan Gaji Guru Honorer Diserahkan ke Kepala Sekolah, Dijamin Tidak Akan Jelas

Meskipun memiliki perbedaan mendasar, kedua sistem ini tetap berperan penting dalam perekonomian global. Beberapa negara bahkan mulai mengadopsi prinsip ekonomi Islam sebagai alternatif yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap ekonomi berbasis etika, ekonomi Islam semakin menarik perhatian sebagai sistem yang dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat luas.

Berikut adalah gambaran yang menunjukkan perbedaan antara Ekonomi Islam dan Ekonomi Konvensional secara visual:

🔹 Ekonomi Islam

✔️ Berbasis syariah (aturan Islam)

✔️ Larangan riba (bunga)

✔️ Berorientasi pada keadilan sosial

✔️ Berprinsip zakat dan sedekah

✔️ Transaksi berbasis akad

🔹 Ekonomi Konvensional

❌ Berdasarkan kapitalisme atau sosialisme

❌ Mengenal riba (bunga)

❌ Berorientasi pada keuntungan maksimal

❌ Tidak ada kewajiban zakat

❌ Transaksi berbasis kontrak bebas

Previous Post Next Post